Skip to main content

Pilih Menabung atau Investasi?


Menabung

Rajin menabung pangkal kaya

Pernahkah kalian mendengar ungkapan tersebut? Ungkapan tersebut sering digunakan oleh orang tua untuk memotivasi anaknya agar dapat hidup lebih hemat dan rajin menabung.

Dengan menabung kita berharap kelak kehidupan akan menjadi lebih baik, lebih kaya, bisa membeli mobil, bahkan rumah sendiri. 

Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit

Kita selalu berharap dengan hidup lebih irit dan lebih banyak menabung, maka sedikit demi sedikit uang yang kita kumpulkan akan bertambah banyak. Uang yang bertambah banyak tersebut kemudian dapat digunakan untuk memenuhi semua keinginan kita.

Gue dulu termasuk salah satu orang yang percaya dengan ungkapan tersebut. Gue sangat percaya kalo gue bisa hidup hemat, maka gue bisa menyimpan lebih banyak uang di tabungan, dan nanti bisa membeli barang-barang yang gue inginkan. 

Inflasi

Sampai suatu hari gue mengenal ada sesuatu yang bernama inflasi

Inflasi adalah proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus. Inflasi juga dapat dikatakan sebagai proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. (Wikipedia)

Jadi gampangnya karena ada inflasi itu, nilai uang yang lo simpan tahun lalu itu akan berkurang di tahun ini dan akan berkurang lagi di setiap tahun ke depan. 

Contoh gampangnya gini:
5 tahun lalu, uang Rp 5000 dapat membeli bakso gepeng 2 porsi. Hari ini, uang Rp 5000 hanya dapat membeli bakso gepeng 1 porsi dengan ukuran yang sama. 

Dari contoh di atas dapat lo lihat bahwa dalam 5 tahun, nilai dari uang Rp 5000 itu berkurang hampir setengahnya dalam ukuran bakso gepeng. Kira-kira akan begitu juga nilai dari semua uang yang lo simpan atau tabung.

Image result for investation

Investasi

Semenjak gue mengerti sedikit tentang inflasi, gue mulai mencari cara untuk melawan inflasi. Cara melawan inflasi yang sejauh ini gue temuin adalah investasi.

Definisi investasi adalah menempatkan uang atau dana dengan harapan untuk memperoleh tambahan atau keuntungan dari uang atau dana tersebut. (Kamaruddin Ahmad)

Contoh kasusnya gini:
Kita anggep misalnya inflasi di Indonesia itu 4% per tahun. Itu artinya uang Rp 10 juta yang lo punya atau tabung sekarang, nilainya tinggal Rp 9,6 juta tahun depan. Walaupun jumlah uangnya tetap Rp 10 juta. (Perhitungan ini tidak memperhitungkan bunga dan biaya administrasi bank)

Kalo lo punya investasi yang kenaikannya setelah pajak itu 6% per tahun. Berarti uang Rp 10 juta yang lo investasikan itu akan berjumlah Rp 10,6 juta tahun depan.

*Oiya, jumlah uang sama nilai uang itu beda ya.

Nah kalo nilai uang yang kita dapet misalnya kita investasi atau keuntungan terhadap inflasi itu sebesar 1,76%.. Perhitungannya dari hasil investasi (Rp 10,6 juta) dikurang dengan inflasi (4%). 

Kesimpulan dari kasus di atas:

1. Menabung dan menyimpan uang akan menghasilkan:
    a. Jumlah uang: Rp 10 juta
    b. Nilai uang: Rp 9,6 juta

2. Menginvestasikan uang akan menghasilkan:
    a. Jumlah uang: Rp 10,6 juta
    b. Nilai uang: 10,176 juta

Jadi selisih jumlah uang yang didapat sebesar Rp 600 ribu, sedangkan selisih nilai uang yang didapat adalah Rp 576 ribu. 

Ohiya, perhitungan di atas ini sangat sederhana ya. Kalo yang aslinya bisa lebih kompleks lagi karena melibatkan banyak faktor.

Dari perhitungan sederhana ini bisa kita dapatkan kesimpulan bahwa investasi lebih menguntungkan dibandingkan menabung.

Risiko Investasi

Sampai sini kesannya investasi itu jauh lebih menguntungkan ya dibandingkan menabung. Nah kenyataannya gak seindah itu. Gue harus mengingatkan kalo ada yang namanya risiko investasi

Seperti kata pepatah high gain high risk. Kalo lo ingin investasi yang notabene keuntungannya lebih tinggi daripada menabung, lo harus siap menghadapi risikonya. Semakin besar keuntungan atau imbal hasil yang ditawarkan oleh investasi, semakin besar pula risikonya. 

Gue kasih beberapa contoh risiko yang bisa terjadi dalam berinvestasi ya:

1. Harga saham turun drastis, bahkan bisa tau tau perusahaannya pailit
2. Perusahaan atau negara yang menyediakan obligasi ternyata gagal bayar
3. Rumah kontrakan yang lo buat ternyata gak ada yang minat mau nempatin
4. Harga emas yang lo beli stagnan atau malah turun terus

 Contoh di atas itu cuma sebagian kecil dari berbagai macam risiko investasi yang ada.

Setelah melihat ini kok rasanya menabung itu jadi lebih indah karena aman ya. Yap betul, keuntungan utama dari menabung adalah lebih aman. Kalo gak salah bahkan bank itu menjaminkan dana nasabahnya di asuransi untuk jaga-jaga seandainya bank bermasalah.

Perbandingan Menabung dan Investasi

Nah di bagian terakhir ini gue akan paparkan keuntungan dan kerugian menabung dan investasi:

1. Menabung

a. Keuntungan: risiko minimal
b. Kerugian: jumlah uang berisiko turun karena administrasi bank dan nilai uang dapat tergerus inflasi

2. Investasi

a. Keuntungan: keuntungan dapat digunakan untuk melawan inflasi
b. Kerugian: berisiko

Kapan lo pilih menabung? Kalo lo takut dengan risiko investasi atau gak mengharapkan keuntungan dari investasi atau gak peduli dengan inflasi.

Kapan lo pilih investasi? Kalo lo siap menghadapi risiko investasi dan mengharapkan keuntungan dari investasi yang dapat melawan inflasi.

Tapi inget, sebelum investasi, lo sebaiknya udah punya dana darurat terlebih dahulu. Lebih lengkap mengenai dana darurat silahkan dibaca disini dana darurat dan untuk yang mau tau secara lebih menyeluruh tentang perencanaan finansial bisa dibaca disini meningkatkan kondisi finansial

Gue pribadi sekarang memilih investasi, tapi setelah mempelajari tentang pilihan-pilihan investasi yang ada dan bagaimana strateginya. Intinya jangan sekali-kali nyebur investasi kalo isi kepala lo kosong.

Adam Prabata
Kobe, Jepang
14 Maret 2019




Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Membawa Keluarga ke Jepang (Part. 2)

Part. 2 JEPANG (Setelah Keberangkatan) Buat yang belum baca part. 1 nya, silahkan baca dulu disini ya supaya lebih nyambung  Membawa Keluarga ke Jepang (Part. 1) Residence Card, Juminhyo, dan Asuransi Kesehatan Gue sampe di Jepang pada tanggal 27 September 2018. Hal yang gue lakukan pertama kali adalah membuat residence card dan asuransi kesehatan . Residence card  ini adalah kartu identitas kita selama disini, ya mirip mirip KTP lah kalo di Indonesia. Asuransi Kesehatan itu langsung gue buat karena emang biaya kesehatan di sini mahal banget. Oiya, pembuatan residence card  dan asuransi kesehatan disini sangat cepat, cuma 1-2 jam. Beda jauh sama pembuatan KTP di Indonesia yang bisa sampe 6 bulan, itu aja kadang belom tentu udah jadi, hahaha. Setelah itu gue juga membuat Juminhyo  yaitu surat alamat tempat tinggal kita. Pembuatannya juga gak sampai 1 jam. Residence card , asuransi kesehatan, dan juminhyo  ini dibuatnya di satu tempat,...

Sandwich Generation, Apakah Itu dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

Apakah kalian pernah mendengar sandwich generation? Apakah kalian mengerti arti dari sandwich generation? Atau jangan-jangan malah kalian termasuk sandwich generation? Pertama kali gue mengetahui atau mendengar mengenai sandwich generation  adalah dari akun penasihat finansial yang hits di instagram, yaitu Jouska. Sebelumnya gue gak pernah mendengar istilah ini sama sekali karena memang di keluarga dan lingkaran pertemanan gue tidak ada yang berminat membicarakan perencanaan keuangan. Jadi apa itu sandwich generation ? Sandwich generation adalah generasi yang harus membiayai orang tua padahal mereka harus juga membiayai anak mereka (Merriam-webster).   Situasinya biasanya adalah pasangan yang sudah menikah, tidak menutup juga yang belum menikah, berusia 30-40 tahun, dengan tanggungan anak yang butuh dibiayai kehidupan dan pendidikannya. Pada saat bersamaan, pasangan tersebut juga memiliki orang tua yang sudah sepuh serta tidak berpenghasila...

Apa itu saham? dan bagaimana cara memulai berinvestasi saham?

"Ayo main saham!" "Gak ikutan main saham? menguntungkan loh" "Saham bisa mengalahkan inflasi" Pernah mendengar ucapan-ucapan tersebut? Penasaran apakah yang sebenarnya dimaksud dengan saham? atau jangan-jangan anda sendiri sudah memulai berinvestasi saham? Mulai meningkatnya animo masyarakat mengenai literasi finansial akhir-akhir ini memicu maraknya kemunculan istilah finansial di pelbagai sosial media. Salah satu yang sering disinggung adalah saham. Sudahkah anda mengenal saham? atau hanya mendengar sekilas-sekilas saja? Apa itu saham? Saham adalah tanda penyertaan modal dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas (definisi berdasarkan Bursa Efek Indonesia). Penjelasan mudahnya saham adalah bukti kalau kita ikut memiliki suatu perusahaan. Perusahaan yang kita dapat beli sahamnya adalah perusahaan terbuka yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sudah terdapat sekitar 600-an perusahaan yang dapat kita beli ...