Skip to main content

Posts

Gelar dan Asal Universitas itu Tidak Berpengaruh Terhadap Pendapatan dan Kesuksesan. Ah Kata Siapa?

Sudahkah kalian mendengar tentang oknum Alumni UI yang protes dan tidak terima digaji 8 juta oleh perusahaan lokal?  Apakah kalian merasa kesal mendengarnya? atau saking kesalnya malah men-judge kalau semua alumni UI seperti itu? atau kalian mulai membandingkan dengan orang lain atau tokoh atau artis yang tidak berasal dari kampus elit tapi sukses? Yap gue paham kok kalian berpikiran seperti itu, tapi sayangnya gue gak begitu. Gue punya pandangan yang mungkin cukup bertolak belakang dengan kebanyakan orang.  Menurut gue itu wajar kok kalo dia punya standar sendiri mengenai gaji yang layak untuk dia, terlepas apapun latar belakangnya. Lagian standar gaji tiap orang kan beda, ada yang 8 juta sudah berlebih, tapi ada yang 8 juta itu kurang. Gak usahlah lo bandingin standar gaji di diri lo dengan standar gaji dia.  Yang gue tangkep, poin dia yang salah adalah cara dia dalam menyampaikannya. Cara yang salah dalam menyampaikan memang kadang dapat men...

Kesalahan Finansial yang Sering Terjadi di Usia 20-an

Kesalahan adalah guru terbaik saat belajar mengenai sesuatu, begitu juga dalam hal finansial. Gue pribadi menyadari kalo banyak melakukan kesalahan yang berakibat pada kurang baiknya kondisi finansial gue. Semakin gue belajar mengenai finansial, semakin gue menyadari juga kesalahan-kesalahan yang pernah dan sedang gue lakukan. Gue berharap kalo waktu bisa diputar, gue bisa menghindari kesalahan-kesalahan tersebut. Nah, berhubung gak ada tuh namanya pemutaran waktu, jadi gue hanya bisa berusaha untuk tidak jatuh di kesalahan yang sama. Pada tulisan ini gue bermaksud membagikan pengalaman gue yang berisi kesalahan finansial yang pernah gue lakukan dan ternyata cukup umum terjadi pada orang berusia 20-an. \ 1. Lebih besar pengeluaran dibandingkan pendapatan Besar pasak daripada tiang . Peribahasa tersebut sangat menggambarkan perilaku finansial gue di usia awal 20-an, terutama saat baru memiliki gaji sendiri. Yang paling parah gue bisa membeli barang yang hargany...

Unpopular Opinion: Passion itu Overrated

"Ikuti passionmu!" "Biarkan passion mengarahkanmu" "Hidup tanpa passion adalah hidup tanpa arti" Sering mendengar ungkapan atau quote  seperti di atas? Ungkapan-ungkapan yang seakan-akan mendewakan passion. Seakan-akan passion adalah segalanya. Seolah-olah adalah jalan hidup yang salah kalau jalan hidup kita tidak mengikuti passion.  Sebelum kita lanjut, sebenarnya apa sih passion itu? Definisi Passion Menurut Kamus Merriem-Webster, passion adalah a strong liking or desire for or devotion to some activity, object, or concept. Kalo diterjemahin artinya kesukaan atau keinginan atau ketaatan yang kuat pada aktivitas, objek, atau konsep.  Dalam kata lain, passion bisa dibilang sebagai ketertarikan yang kuat terhadap sesuatu. Dalam konteks "hal yang dikejar untuk menuju kesuksesan", passion bisa berupa objek seperti teknologi atau benda antik, bisa juga berupa aktivitas misalnya olahraga atau bermusik. Trend yang...

Pengalaman Memulai Investasi, Tidak Sulit Kok!

Investasi . . . Yap, kata investasi memang terdengar menyeramkan, kesannya sulit dan rumit. Kesan mewah dan eksklusif juga melekat di kata investasi ini, seolah hanya orang-orang kaya dan berduit yang mampu untuk berinvestasi. Orang-orang dengan kemampuan finansial kurang atau menengah sepertinya tidak masuk di dalam ruang lingkup investasi. Pertanyaannya, benarkah begitu? Gue, sampai 2 tahun lalu, juga beranggapan seperti itu. Gue mikir investasi itu eksklusif dan hanya bisa dilakukan orang kaya. Sampai suatu ketika banyak bermunculan akun-akun yang mengedukasi mengenai finansial dan investasi serta muncul orang-orang yang "meracuni" gue untuk berinvestasi di inner circle gue.  Kebetulan salah satu mimpi terbesar gue adalah "tidak bekerja namun memiliki penghasilan yang sangat besar" atau bahasa gaul jaman sekarangnya itu adalah financial freedom . Mungkin sejak masa SMA, jauh sebelum financial freedom menjadi hype  seperti saat ini, kebeb...

Ramadan dan Lebaran di Negeri Sakura

“Allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar. Laa illaa ha illaallahu wallahu akbar. Allahu akbar wa lillahilhamd.” Suara takbir berkumandang, terdengar dari youtube. Ya maklum, masjidnya jauh. Anyway, selamat hari kemenangan, Idul Fitri 1440 H! Maaf lahir batin yaaa. Semoga amal ibadah kita semua diterima Allah swt. Aamiinn. Alhamdulillah, tahun ini pertama kalinya ngerasain puasa dan lebaran di tanah rantau, di negeri orang. Alhamdulillah juga jadi bisa ngerasain suasana yang totally beda dari suasana di Indonesia. Walaupun jadi sering sedih karena banyak yang dikangenin, pokoknya semua harus disyukuri ya, karena belum tentu bisa ketemu Ramadan dan ngerasain lebaran lagi tahun depan. Flashback dikit mau ceritain tentang Ramadan disini. Sebenarnya kisah suka duka pertama kali ngerasain Ramadan di Jepang udah pernah gue ceritain sih ya waktu wawancara bareng CNN Indonesia. Yang belum nonton, bisa nonton di https://youtu.be/hm_UJA9y9Y0 (pamer dikit boleh dong wkwkwk). Tapi gapap...

Unpopular Opinion: Overglorifikasi Travelling Masa Kini

"ayo travelling, kaku lo, masa di rumah terus kalo liburan" "ayo jalan-jalan pas long weekend ini, katanya travelling itu baik loh untuk kesehatan mental" "ayo kita ke raja ampat, bosen nih sama kerjaan" Pada saat ini, jargon-jargon dan ajakan travelling memang sering sekali terdengar atau bermunculan di media sosial. Tidak ketinggalan pula hasil jepretan di lokasi travelling yang terpampang di media sosial seolah mengajak kita untuk pergi ke tempat tersebut.  Bisnis-bisnis travelling pun semakin menjamur dengan tawaran-tawaran harga promo yang memikat. Tidak ketinggalan pula usaha pemerintah serta beberapa tokoh masyarakat yang seolah menggalakkan travelling. Anak-anak muda berbondong-bondong melakukan travelling, entah itu mendaki gunung, menyelami laut, atau pergi ke negeri seberang. Tidak gaul dan tidak eksis katanya kalau belum travelling. Pikirannya sempit dan mainnya kurang jauh juga katanya kalau jarang travelling. Seb...

Mengapa Kita Tidak Suka Damai? Babak Baru Pasca Pengumuman Pemilu 2019

Selepas pengumuman pemilu yang dilanjutkan dengan konferensi pers masing-masing presiden pada tanggal 21 Mei 2019 kemarin, babak baru dari pemilu 2019 ini pun dimulai. Seperti babak-babak sebelumnya, pemeran utama pada babak ini adalah rakyat.  Rakyat? Ya benar dugaanmu, rakyat yang sudah terpecah dan terbelah, anggota keluarga yang sudah tidak saling sepaham, atau teman yang sudah tidak lagi berteman baik. Rakyat yang sangat percaya kepada masing-masing junjungannya, entah 01 atau 02, tidak peduli seperti apa kebenarannya. Rakyat yang sudah merasa paling benar dengan pilihannya dan segala macam apapun yang dikatakan atau dilakukan oleh pilihannya.  Mendukung Oposisi? Mendukung Petahana? Rakyat memang memberikan warna berbeda pada pemilu kali ini, terutama menjadi pemeriah aksi elit politik. Pendukung oposisi dengan ketidakterimaannya terhadap hasil pemilu yang diduga banyak terjadi kecurangan, sedangkan pendukung petahana dengan kenyinyirannya terhadap...